Di suatu hari yang cerah, aku sedang duduk di atas ayunan sambil bersenandung sedih. Aku merasa sedih karna putus dari pacarku yang super imut itu. Sekarang aku hanya bisa membayangkan masa-masa indahku bersama Justin. Aku tidak tertarik dengan ketenarannya. Aku hanya Caitlin yang mencintai Justin apa adanya. Aku bukannya benci dengan Selena. Aku juga fans-nya. Namun, entah mengapa ada rasa di hatiku yang tak menginginkan mereka berdua. Aku lebih senang Justin berada di dekat Miley. Apa ini karna cemburuku yang begitu besar? Mom selalu berkata padaku, aku harus menjadi orang yang sabar. Tapi bagaimana sabar melihat mantan yang sebenarnya masih aku cintai itu, malah mencium dengan sangat mesra gadisnya yang baru? Setiap kali aku lupa dengan Justin, ada saja hal-hal yang membuatku menangis karnanya.
Misalnya saja waktu itu, aku membuka twitterku, padahal aku sedang asyik-asyiknya bercanda dengan sahabatku, tiba-tiba aku melihat tweets para Beliebers, "Oh d*mn Selena. She kiss Justin Bieber!" ; " OMG, Jelena is so sweet. They're kissing in Hawaii. Cute..." ; dan semacamnya. Belum lagi teman-temanku yang memberi informasi beserta foto-fotonya.
Seketika itu juga aku merasa pusing yang tak bisa aku kendalikan. Kepalaku serasa mau pecah. Aku sadar aku masing mencintai Justin. Sebelumnya memang aku mendapati sejumlah foto mereka ciuman, namun tak separah ini. Aku merasa benar-benar bodoh karna masih mengharapkan cinta seorang Justin Drew Bieber.
Karna merasa badanku juga panas, aku memilih tidur. Bangun-bangun, ternyata sudah pagi. Aku hampir saja telat ke sekolah. Aku sangat terburu-buru. Untung saja aku tidak telat. Saat pelajaran sejarah, aku mengumpulkan PR, tak disangka telah tertukar dengan buku yang isinya karya tulisanku tentang Justin. Saat aku bertengkar dengan Justin, saat aku sedang manis-manisnya dengan Justin, puisi-puisiku tentangnya, gambar-gambar kami berdua, dan lain-lain. Aku sungguh takut semua itu akan dibaca. Namun, sebelum aku maju kedepan untuk menukarnya, tiba-tiba guruku meneriakan namaku. "Caitlin! What's this? You want I see how romantic Jaitlin? But this is scool honey."
Guruku itu memang agak membenciku. Aku tak tahu mengapa. Dan serentak satu kelasku meledak oleh tawa teman-teman. Aku merasa pipiku panas lagi, memerah. Tanpa pikir panjang aku mengambil tas, lalu menjambret buku "Jaitlin"-ku dari guru itu, dan sekejap pergi dari sekolah hari itu juga. Air mataku bercucuran saat perjalanan ke rumah. Namun, karna ku pikir Mom akan membunuhku saat tahu aku bolos, maka aku ketempat ini. Taman ini. Tempat dulu aku sering main bersama Justin.
Tanpa terasa, air mataku kali ini terasa kering bertiup angin dari selatan. Hari mulai sore. Aku harus pulang. Kejadian memalukanku di sekolah saat itu merupakan bual-bualan kelas tiap hari sampai sekarang. Di kamar, aku membuka google. Mencari kabar terbaru Jelena. Sekejap aku menemukan tulisan, "Jelena is Break Up?". Langsung saja aku klik tulisan itu dengan tak sabar. Katanya Selena membantah rumor ini dengan pergi dengan Justin. Dalam hati aku bergumam, "Aku harap mereka benar berakhir. Selena melakukan itu karna dia malu sudah terlalu mengekspose kemesraan mereka di depan publik, sedangkan Jelena hanya sebentar."
Kejenuhan hatiku mendadak hilang. Aku tertawa sepuasnya sendirian di kamar. Memainkan games agar tidak bosan. Belum lama aku menyelesaikan level terakhrir dari game ini, handphone-ku bergetar. Ada sms masuk. Aku membacanya. Dan itu dari Justin! Segera aku membukanya. Ragu namun penasaran. Aku membukanya sengaja agak lama. Aku takut ini akan melukai hatiku...
*alright! eps.1 berakhir sampai disini. Baca eps.2 yaaaa*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar